Power Supply Unit (PSU)

Power supply merupakan salah satu komponen PC yang paling penting namun sering terabaikan. Orang cenderung mendiskusikan kecepatan processor, kapasitas memory, kapasitas penyimpanan hardisk, performa video adapter, ukuran monitor dan sebagainya. Fungsi power supply cukup kritis karena menyediakan tenaga listrik pada setiap komponen di dalam sistem. Tidak berfungsinya power supply dengan baik tidak hanya menyebabkan komponen lain juga menjadi tidak berfungsi dengan baik melainkan dapat merusak komponen dalam komputer dengan mengirimkan tegangan yang tidak sesuai.

Fungsi dasar power supply adalah mengubah tenaga listrik AC 115 Volt atau 230 Volt (nominal) menjadi listrik DC 3,3 Volt, 5 Volt dan 12 Volt. Umumnya komponen dan sirkuit digital dalam sistem komputer menggunakan power 3,3 Volt atau 5 Volt dan penggerak motor menggunakan power 12 Volt.

Tabel 1. Konsumsi Listrik pada Setiap Bagian PC

Tegangan Alat-alat yang diberi power
+ 3.3 Volt Chipset, DIMM, Card PCI/AGP, Chip lainnya
+ 5 Volt Disk Drive, SIMM, Card PCI/AGP, Regulator Tegangan, Chip lainnya.
+ 12 Volt Motor, regulator tegangan (output tinggi)

Standarisasi Power Supply

Seiring dengan perkembangan teknologi, ada sedikitnya enam model power supply yang berbeda untuk PC.  Model power supply yang banyak digunakan saat ini adalah Power Supply ATX. ATX merupakan spesifikasi industri yang berarti listrik yang memiliki karakteristik fisik agar sesuai standar casing ATX dan karakteristik listrik untuk bekerja dengan ATX Motherboard.

Kabel pasokan daya dan konektor power supply menggunakan standarisasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga kemungkinan untuk kesalahan pemasangan tidak terjadi. Selain itu ketersediaan kabel dan konektor 12 Volt untuk kipas mudah didapatkan.

Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai power supply, digunakan power supply model ATX mengingat power supply jenis inilah yang sekarang banyak dipakai untuk kelas komputer dengan processor Pentium II ke atas.

Power Supply Wattage

Satuan utama dalam memilih power supply unit adalah watt. Umumnya kapasitas watt tercantum pada kotak power supply berserta informasi warna kabel. Power Supply 400 watt belum tentu menggunakan tenaga yang lebih besar dari 250 watt. Pasokan daya lebih besar mungkin diperlukan jika menggunakan setiap slot yang tersedia pada motherboard atau tersedia setiap drive dalam casing. Ini bukan berarti bahwa jika komputer kita membutuhkan daya hanya 250 watt maka kita butuh power supply yang 250 watt melainkan harus lebih dari itu, karena pasokan daya tidak boleh dimuat hingga 100 persen dari kapasitas yang ada.

Tabel 2. Kebutuhan Jumlah Watt untuk Tiap Komponen PC

Komponen PC Watt
Accelerated Graphics Port (AGP) card 20- 30W
Peripheral Component Interconnect (PCI) card 5W
small computer system interface (SCSI) PCI card 20 – 25W
Floppy Disk Drive 5W
Network Interface Card 4W
50X CD-ROM drive 10- 25 W
RAM 10 W/128M
5200 RPM IDE hard disk drive 5 – 11 W
7200 RPM IDE hard disk drive 5 – 15 W
Motherboard (tanpa CPU atau RAM) 20 – 30 W
Pentium III 550 MHz 30 W
Pentium III 733 MHz 23.5 W
Celeron 300 MHz 18 W
Athlon 600 MHz 45 W

Konektor Power Utama ATX

Konektor utama power supply ATX untuk motherboard terdiri atas 20 pin dengan beberapa warna variasi kabel. Warna untuk setiap kabel dapat bervariasi pada setiap industri, tidak diharuskan untuk sesuai dengan spesifikasi yang ada. Bentuk konektor utama power supply jenis ATX dapat dilihat pada gambar berikut.

voltase-psu

Gambar 2. Konektor Utama Power Supply ATX 20 Pin (Tampak Atas)

Tabel 3. Pinout Konektor Power Supply Utama ATX (dari sisi kabel)

Pin Sinyal Warna Kabel
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

+3.3 Volt

+3.3 Volt

GND

+5 Volt

GND

+ 5 Volt

GND
Power Good

+5 VSB (Standby)

+12 Volt

+3.3 Volt

-12 Volt

GND

PS ON

GND

GND
GND

-5 Volt

+5 Volt

+5 Volt

Orange

Orange

Hitam

Merah

Hitam

Merah

Hitam

Abu-abu

Ungu

Kuning

Orange

Biru

Hitam

Hijau

Hitam

Hitam

Hitam

Putih

Merah

Merah

Untuk menambahkan power +12 Volt pada motherboard, Intel membuat spesifikasi power supply baru. Spesifikasi ini menambahkan konektor power ketiga yang disebut ATX12V, khusus untuk menyediakan tambahan power +12 V pada motherboard. Konektor tersebut mempunyai dua power pin +12 Volt.

konektor-tambahan-psu

Gambar 3. Konektor Tambahan ATX12V Beserta Warna Kabel (Tampak Atas)

Meskipun -5 Volt dan -12 Volt disuplai ke motherboard lewat konektor power supply, sebenarnya secara normal motherboard hanya menggunakan +3,3 Volt, + 5 Volt dan +12 Volt. Tegangan -5 Volt secara sederhana berada pada bus ISA. Setiap card jenis ISA dapat menggunakannya namun saat sekarang penggunaan card jenis ISA sangat jarang digunakan.

Konektor Power Peripheral

Selain memasukkan konektor power motherboard, power supply juga mempunyai konektor power peripheral untuk semua komponen mulai dari floppy drive dan hardisk sampai kipas internal yang ada dalam casing.

konektor-peripheral

Gambar 4. Konektor Power untuk Peripheral

Mengukur Tegangan Listrik

Satu tes sederhana yang dapat dilakukan pada power supply adalah memeriksa tegangan output. Tegangan output ini memperlihatkan apakah power supply tersebut beroperasi dengan baik dan apakah tegangan output pada jangkauan toleransi yang benar.

Tabel 4. Range Tegangan dan Nilai Toleransi

Tegangan Toleransi Renda Toleransi Tinggi
Min (-10%) Max (+8%) Min (-5%) Max(+5%)
+3.3 Volt 2.97 Volt 3.63 Volt 3.135 Volt 3.465 Volt
+/- 5 Volt 4.5 Volt 5.4 Volt 4.75 Volt 5.25 Volt
+/- 12 Volt 10.8 Volt 12.9 Volt 11.4 Volt 12.6 Volt

 

Troubleshooting Power Supply

Masalah-masalah dalam power supply pada dasarnya mengisolasi suplai tenaga listrik sebagai penyebab masalah dalam sistem, dan jika perlu menggantinya. Kadang cukup sulit bagi teknisi yang belum berpengalaman untuk mengetahui kerusakan power supply karena pada suatu waktu tertentu terlihat adanya sedikit koneksi antara gejala dan penyebab power supply.

Sebagai contoh, dalam banyak kasus suatu pesan parity check error dapat mengindikasikan adanya masalah pada power supply. Hal ini kelihatannya aneh karena pesan parity check error secara khusus menunjuk bahwa memory rusak. Hubungannya adalah power supply memberi tenaga listrik pada memory dan memory dengan power yang tidak normal akan gagal melakukan fungsinya. Satu petunjuk adalah pengulangan dari masalah tersebut, jika pesan parity check muncul berulang-ulang dan teridentifikasi pada lokasi yang sama pada setiap waktu maka memory tersebut mengalami kerusakan. Sebaliknya, jika masalahnya kelihatan acak maka kemungkinan besar supply listrik tidak normal ke perangkat memory.

Berikut ini adalah daftar masalah PC yang umumnya berhubungan dengan power supply :

  1. Power on atau startup sistem gagal
  2. Booting ulang secara tiba-tiba selama beroperasi normal
  3. Parity Check intermitten atau kesalahan memory
  4. Secara simultan hardisk dan kipas pendingin gagal berputar (tidak ada +12 Volt)
  5. Panas berlebih karena kipas gagal
  6. Kejutan listrik yang terasa pada casing atau konektor
  7. Listrik statis ringan yang mengganggu sistem operasi

Berikut ini langkah-langkah sederhana untuk menolong meminimalkan masalah-masalah yang berhubungan dengan power supply secara umum.

  1. Periksa input power AC, pastikan kabel penghubung masuk dengan tepat pada stop kontak dan pada socket power supply, cobalah kabel lain.
  2. Periksa koneksi Power DC, pastikan konektor motherboard dan konektor power disk drive terhubung dan terjadi kontak yang baik.
  3. Periksat output power DC, gunakan multitester untuk memeriksa tegangan listrik yang dibutuhkan.
  4. Periksa peripheral yang terpasang, lepas semua board drive dan restart sistem. Jika sistem bekerja, pasang lagi item tersebut sampai sistem gagal kembali. Item terakhir yang ditambahkan sebelum kegagalan terjadi, berarti kemungkinan besar item tersebut rusak.

Advertisement

One Response to “Power Supply Unit (PSU)”

  1. Liliana

    Feb 26. 2012

    I use this power suplpy with an amateur radio that is on constantly. No RF hash, good stability of power and very reliable. Prefer this over switching power supplies. Good value for the money.

    Reply to this comment

Leave a Reply